aku datang :)

Hai hai… Udah lama banget nih ya sejak gua update 😀 
Oke jadi gua mo mulai update lagi… Tapi bukan ff gua…
Gua mo translete bbrpa aff yg menurut gua bagus 😀

Moonlight(taengsic)

Itu ff pertama yg akan gua translete.
Tunggu ya… Xixixixi..

*bow *fabiian kwon

Throwback and future (1)

Throwback and future (1)

Maincast : Jessica jung
Tiffany hwang
Kwon yuri
Im yoona
Another snsd
Tyler kwon

Author : coffetime22

Jessica pov.

Pagi ini aku mulai melangkahkan kakiku, ya hari ini seperti biasa aku harus pergi ke kantor cabang di china untuk pengecekan semua nya, padahal sudah lelah sekali beberapa hari ini aku kurang istirahat dan sudah lebih dari satu bulan aku tidak berjumpa dengan si kwon itu.

Setelah aku sampai di airport seperti biasa banyak sekali wartawan yang selalu menungguku, padahal hari ini aku sangat lelah dan ingin tidak menyapa mereka tapi disana juga banyak gorjessku jadi aku tidak bisa menolaknya karena mereka adalah vitaminku, dan apa boleh buat ketika kaki ini menapak di atas jalan, dan aku mulai walking ternyata senyum itu tercipta dengan sendirinya.

ya mungkin ini sudah kebiasaanku sejak dulu ketika masih di girlgrup.
keluargaku dulu yang selalu mengajarkanku tentang keramahan terhadap setiap orang walaupun terkadang aku malas dan bersikap dingin namun mereka selalu mengingatkanku agar menjaga sikapku, terlebih lagi tiff… tunggu! Siapa ? tiffany… oh my aku teringat dia lagi, “khaaahhh” tanpa sadar aku menghela nafas karena ketika aku mengingatnya begitu banyak kenangan yang menyesakan di dalam hatiku ini.

Flashback

Aku turun dari mobil van yang mebawa kami dan sekarang kami berdiri di depan puluhan fans dan wartawan yang mengambil gambar kami dengan begitu antusias.
Dan aku tidak melihat orang yang aku sangat rindukan karena mobil van kami terpisah, entah aku merasa aura dinginku kembali tidak terkontrol.

Aku langsung mencari kacamata ku lalu memakainya. Menunggu waktu untuk menyebrang. Di sampingku ada yoong dan yul yang sejak tadi bersamaku karena kita satu mobil van.

sekarang waktu nya untuk menyebrang lalu tiba-tiba aku mendengar suara yang berlari kerahku.
Aku pikir itu yoong karena dia paling tidak bisa diam lalu…
“jessie bisakah kau tersenyum sedikit aku suka ketika kau tersenyum” orang itu berbisik sambil mengandeng tanganku dengan erat.
“baik lah fany-ah demi dirimu aku akan tersenyum sekarang.” akupun tersenyum dengan memperlihatkan semua gigiku di hadapannya
“ YAAAAA! Pabo tidak seperti itu .., aku ingin senyum hangatmu, itu tidak hangat”
“bolehkah aku memelukmu sekarang fany-ah, aku sangat merindukanmu bahkan kau baru muncul sekarang saat aku tadi menunggu di depan van mu, kau tau acara onstyle ku sangat membuat kita terbatas karena selalu saja banyak kamera disana sini membuatku ingin mematikannya.” sambil mengeratkan gandengannya dan memasang muka memohon, aku sangat tahu jika dia tidak bisa melokaku ketika aku ememasang wajah seperti ini.

“ tidak sekarang jessie, bahkan ini masih dalam airport kita belum pengecekan ticket nanti saja jika sudah dipesawat, ooh wait kau harus duduk disampingku tidak disamping yuri atau yong oke.” kau mengerucutkan bibirmu dan itu sangat lucu fany-ah

Flashback end.

Sampai nya didalam pesawat aku segera merebahkan badanku untuk beristiharat sejena. oh… tuhan kenapa aku jadi terus mengingatnya lagi, biarkanlah aku beristirahat sejenak dan tolong fany-aah pergilah dari pikiranku sejenak. Lalu aku merasakan bahwa aku sudah pergi kealam bawah sadarku, mataku semakin terpejam dan terlelap
30 menit kemudian.

“jessie.. jessie.. jessieeeeee wake up hey pesawat sudah akan sampai beberapa menit lagi.” panggilan itu yang sangat aku rindukan.
“biarkan aku tidur 5 menit lagi fany-ah.” wait !!! runtuk ku dalam hati, ini perjalanan ku ke china dan tanpa tiffany… lalu siapa tadi yang memanggilku ? oh shit semoga bukan orang yang dekat si kwon itu jika tidak bisa celaka.. perlahan aku membuka mataku dan untung saja, ternyata unnie jeong yeong, ya dia adalah styles ku sejaka aku masih disana dulu, dan hingga sekarang dia tetap di sampingku beruntunglah aku.

Yuri pov

Sudah minggu hari ini aku tidak melihat nya di apartemen.
walaupun kita beda lantai biasanya kita selalu berpapasan di lobi atau di jalanan ketika mobilku dan dia akan masuk ke parkiran atau lift. mungkin ini kerana jadwal akan comeback ku dengan yang lainnya yang mengharuskan aku pulang larut dan tidak bisa melihat nya. namun aku pun tidak melihat mobil nya terlihat, apa perlu aku pergi apartemennya hanya sekedar pengecekan, atau ke pusat information? Ku pejamkan mataku.

“khaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh aaarrrgggggg” runtukku yang sangat kesal karena tidak tahu apa yang harus aku lalukan sekarang. Dan bagaimana ini aku selalu saja tidak bisa menghapus bayanganmu dari otakku padahal sekarang aku sudah bersama tiffany dan oppa sebagai pelindungku dalam dunia public tapi tetap saja aku tidak bisa melupakanmu, walaupun kau sudah tidak bersama kami lagi disini.

Dan rasa sakit ini masih ada ketika kau lebih memilih kwon yang lain dari pada aku yang selalu ada disini semenjak 10 tahun lalu, apakah aku kurang untuk kamu sehingga kau pergi meninggalkan kami.. tunggu bukan kami tapi aku.

Semudah itukah kau menghapus semua nya dari kenangan mu dan kini kau selalu membanggakannya didepan public dan menjelek-jelekan kami di media sosial dan aku hanya bisa diam, walau aku tau kau tidak ini melakukan hal itu dan kau hanya bisa meluapkan kekesalanmu terhadap orang lain bukan kami tapi cara mu dengan menghapus emua kenangan kita di weibo mu membuat orang-orang berpikir bahwa kita tidak baik-baik saja, yaaa memang kenyataannya ini tidak baik-baik saja. Dan kini aku sungguh muak selalu meningatmu tiap hari… tiba-tiba pintu kamar apartemenku terbuka
“yuurrie…”

Tbc

Throwback and future chapter (3)

Throwback and future chapter 3

Maincast : Jessica jung
Tiffany hwang
Kwon yuri
Im yoona
Another snsd
Tyler kwon
Goo hara
Author :Coffetime22

jessica Pov

Hari ini adalah jadwal ku yang terakhir dichina dan besok pagi aku akan pulang lagi ke california bertemu dengan appa dan umma sudah lama tidak bertemu dengan mereka, tapi aku benar-benar tidak tenang setelah kejadian kemarin malam.

dan si pabo rusa itu belum mengaktifkan handphone nya sama sekali, begitupun dengan oppa, dia belum memberiku kabar sama sekali padahal dia tahu ini adalah jadwalku terakhir di china, apakah dia tidak ingin bertemu denganku lagi ? cih dia sudah membuat keruh suasana dan tidak datang menemuiku lagi , runtukku dalam hati, ingin rasa nya memaki oppa saat itu juga.

Aku turun ke lobi dan disana sudah ada unnieku ya dia styles ku dan asistenku sudah aku anggap seperti kaka perempuanku sendiri, unnie berdiri dengan seseorang yang samar-samar aku kenal, badan nya mengarah ke pintu keluar yang otomatis membelakangiku, orang itu sama tingginya dari aku dan unnie, bahkan aku melihat penjaga yang disiapkan oleh oppa , lalu aku menghampiri mereka.

“unnie… kaaau ?” suara ku memanggil unnie yang otomatis berbalik menghadapku dan orang disebelahnya pun ikut berbalik juga.

“ hai, kau nampak buruk sekali hari ini eoh nunna ? apakah kau tidak merindukanku ?” aku masih tidak percaya dia ada disini sekarang.

“hara-yaa kenapa kau bisa disini ? hahaha aku merindukanmu sekali eoh” aku memeluk nya aku sangat rindu pada si kecil mungil ini

“aaaaaa unnie aku tidak bisa bernafas ini, unnie apakah kau malam ini sibuk ? ayolah kita berbincang sebentar setelah jadwal pemotretan ku selesai, aku akan menghubungimu, oh ya? Apakah id kakao mu ganti ? nomermu ganti juga unnie ? aku sulit sekali menghubungimu, makannya aku menghubungi unnie jeong”

“ hahaha apakah kau ini sekarang wartawan yang sedang mengintrogasiku hara-ya ? haha eoh nomer dan id ku ganti semua, ini palli kau masukan semua yang kau butuhkan, aku tidak punya banyak waktu, agar bisa selesai dengan cepat dan bertemu denganmu nanti malam oke ?”

aku memberikan handphoneku yang hara minta id dan nomerku, yaaa semua nya sudah aku ganti ketika aku keluar dan tidak bersama dengan mereka lagi.

sebenarnya bukan id dan nomer nya yang aku ganti tapi aku mengganti handphone ku dan otomatis memiliki nomer dan id baru karena handphone yang dahulu aku simpan di apartemenku di korea dan aku mematikan nya namun ketika aku rindu aku akan membuka semua isi yang ada di handphone itu banyak sekali kenangan disana.

“ini unnie, aku pergi dulu eoh aku lelah sekali ingin istirahat 1 jam lalu langsung pemotretan, kita bertemu lagi nanti malam disini yaa uniee”

“ baiklah hara-yaa, aku pergi dulu eoh, semoga kau bisa istirahat dengan baik disini karena jadwalmu padat bukan, jaga kesehatanmu, kau nampak menambah kurus”

“iya unnie, thx oke… unniee *chuu*”

Aku sempat kaget ketika hara mengecup pipiku, namun ini sudah biasa kita lakukan selagi kita bertemu, semua girlband pun sama pasti menjalani hubungan dengan baik, karena persahabatan sama seperti yuri yang berteman baik sekali dengan hyonim bahkan ketika girlsband tersebut terpuruk yuri selalu di samping nya, begitupun taeyeon yang selalu berhubungan baik dengan IU karena mereka sering latihan vokal bersama dan sharing tentang music, dan sama seperti dia dengan bora yang selalu terlihat dekat karena mereka memang bersahabat apa lagi membicarakan tentang dg mereka sangat serasi.

“khaaaahhhhhhh” aku menghela nafas ketika sudah dalam van aku terus terpikirkan oleh nya rasa nya seperti rasa bersalah yang menumpuk sekali

“ kau kenapa sica-ah ? apa sesuatu mengganggu mu sehingga sejak kau sampai disini kau seperti orang yang frustasi ? bahkan malam tyler ke kamarku untuk menanyakan kenapa dirimu, dan mengapa kau berhubungan baik dengan yoong, bahkan oppa bilang yoong menghubungimu malam dan dia yang menjawabnya,ceritakan lah pada unnie mu ini, apakah garagara yong semalam dan oppa ?”

“tidak apa-apa unnie aku baik-baik saja, dan bukan karena yoong dan oppa, aku malam hanya kesal dengan oppa dia bilang sibuk tapi mendadak ada dikamarku unnie”

“hmm i know, apakah ini ada hubungannya dengan tif…fany?”

“unnie-yaa jangan menyebut nama itu lagi, aku tii..daak bisa mendengarnya”

“ aku tahu kau sangat merindukannya, bahkan ketika aku membangunkanmu kemarin kau memanggil nama nya eoh? Telfon lah dia sica-ah dia pasti merindukanmu juga, apa perlu aku menelfon unnie pa2da untuk menanyakan keadaan tiffany dan member lain disana?” ingin sekali rasa nya aku bilang iya unnie

“tidak perlu unnie, aku baik-baik saja, aku yakin ini hanya sementara saja unnie, jangan bahas dia lagi eoh ?”

Sampai nya aku di kantorku dan langsung pergi ke ruanganku mengurus berkas launching produk baru dan mulai menghitung harga pokok produksi nya untuk menentukan harga jual nya.

aku mengambil semua berkas nya dan mulai melihat dan mencoba fokus pada perkerjaanku sekarang, setelah semua harga pokok aku hitung dan menetapkan harga jual nya kini aku mulai membuat jurnal sendiri, untuk melihat situasi keuanganku saat ini.

walaupun suntikan dana dari oppa begitu besar tetap saja aku harus menghitung profit yang aku dapat dan laba untuk oppa, sehingga semua nya berjalan dengan sesuai rencana dan sesuai di harapkan.

Aku mulai mengambil pensil dan kertas untuk mendesign yang baru untuk produk kacamataku namun apa yang kutorehkan saat ini hanya coretan nama mu di dalam kertasku..

From : Goo hara
Unnie kau dimana? Apakah sudah selesai? Palli aku menggumu di luxury ku oke? Bilang saja kamarku nanti pasti mereka memberitahumu, C U unnie :*

To : Goo hara
Yes, im go away now, wait a minute oke? I really confused because my work hara-yaa. I hope you make me crazy now hahahaha

tidak terasa waktu sudah sore dan hampir malam, akhir nya aku memutuskan untuk pulang ke hotel, dan bertemu dengan hara-yaa, karena tadi dia mengirimkan pesan kepadaku dan untuk saja dia mengirimkan pesan jika tidak aku lupa untuk bertemu dengannya. Kini aku sudah dalam vanku dan berjalan menuju hotelku lagi. Sesampainya di hotel aku langsung menanyakan rungan luxury yang hara maksud kepada resepsionis, dan mereka mengantarkanku sampai depan kamarnya.

“annyonggggggggg” aku lari dan memeluknya

“unnieee aku tidak bisa bernafas ini, aaah unnie kenal kan ini temanku saat pemotretan tadi, tidak apa-apa kan jika dia bergabung dengan kita disini ?

“tidak apa-apa hara-yaa, bagaimana karirmu apakah kau akan debut solo”

“ iya unnie aku ada rencana untuk debut solo ku setelah jiyoung dan nicole pergi aku lebih menata kembali girls band ku ini unnie, unnie apakah kau bahagia sekarang setelah berpisah dengan mereka ? aku kemarin ada acara dengan tiffany, dia begitu ceria saat depan kamera tapi apa kau tahu unnie? Saat tidak ada kamera saat adegan cut kami makan bersama dia nampak begitu sedih dan tidak makan sama sekali hanya saat ada take dia makan, dan beberapa kali manager oppa memberikan obat tapi tiffany menolaknya dia bilang dia masih kuat dan baik-baik saja, namun saat jalan ke van dia hampir tumbang unnie aku begitu khawatir makannya aku ingin memeberi tahumu namun handphone mu tidak aktif”

“aku bahagia sekarang karena mereka bahagia tanpa aku hara-ya, tiffany memang seperti itu dia jarang makan hara-ya hahaha, kau berlebihan eoh? Mungkin dia terlihat kelelahan hara-ya dia memang workholic” jawabku dengan nada santai namun tahukan dalam lubuk hati ku kini gelisah mendengar dia hampir tumbang, dan yoong tidak menceritakan nya padaku, mungkin kerana tidak ada jadwal bersama.

“mungkin aku berebihan unnie, tapi unnie aku tahu rasa nya bagaimana ketika di tinggal memeber, aku merasakan sakit yang luar biasa dan makan pun aku tidak nafsu apa lagi kejadian dirimu mendadak, lebih baik kau hubungi salah satu memebermu unnie untuk menannyakan kondisi mereka unnie tidak baik seperti ini terus”

“ iya iya nanti yaaa hara-yaa mari kita minum lagi sekarang aku sangat haus dan ingin sekali melepas penat karena aku besok akan terbang ke california untuk bertemu dengan appa dan umma”

“ unnieee kau cepat sekali pulang eoh, bahkan jadwal ku masih 4 hari lagi disini, aku kira kau akan membawaku ke tempat kerja mu unnie, ini mari kita selca”
*cheerrrssssss klik klik creeekk*

“unnie lihatlah ini sangat lucu bukan, aku tanpak muda sekali dari pada kalian berdua hahaha, aku akan upload ke instagramku, jeans party yeaaah jeans party my caption.”

Hara pov

“ whatever, aku sangat merindukanmu fany-yaa”

“omooo, unnie apakah kau mabuk sekarang? Hahaha unnie kau baru meminum 3 gelas kau sudah mabuk kau payah unnieeee, wait ? kau merindukan siapa unnie”

“ fany-aaahh aku merindukanmu sekali fany-aah, aku ingin sekali berbicara denganmu menanyakan kabarmu semua tentangmu fany-ah”

“kajja unnie kau harus pergi kekamarmu right now, aku tidak ingin ada paparazi yang menangkap kita dan kau sedang mabuk”

“fany-ah aku tidak mabuk tolong fany-ah biarkan aku melupakanmu fany-ah….”

“unnie kau mabuk sekali unnie, aku harus membawamu pindah kamar”

Aku segera membopong sica nunna ke kamar nya dan meminta tolong unnie jeong untuk membantuku, sesampai nya di kamar benar-benar sica unnie mabuk dia terus saja mengigau nama tiffany unnie, aku harus menghubungi tiffany unnie atau yuri unnie saja ? bukankah sangat beresiko jika aku menghubungi tiffany unnie, dia pasti sangat kepikiran, tapi tiffany unnie berhak sekali tahu, namun yuri juga… arrghhh ku pencet nomer

“hallo, unnie kau sedang apa?”
“ada apa hara-yaa? Apa kau sedang ada masalah jarang sekali kau menghubungiku mendadak seperti ini hara-ya?”

“aniyo unnie apa kah tidak boleh aku menghubungi dirimu? Huft kau jaa..” fany-aaah aku rindu padamu fany-ah dengarkan aku dulu aku tidak ingin seperti ini, dia mencintaimu fany-ah kau harus mengerti aku merelakanmu dengan… aku berlari ke arah pintu keluar kamar jessica unnie karena teriakan nya bisa terdengar oleh orang yang sedang aku telfon saat ini

“hara-yaa, aku tahu kau sedang bersama nya, apakah dia baik-baik saja ? aku yakin dia sedang mabuk sekarang eoh?”

“ unnie, aku tidak tahu dan tidak sengaja mengajak nya minum aku tidak tahu jika dia akan menghabis kan 3 gelas lalu langsung seperti ini unnie, maafkan aku”

“ani ani jangan meminta maaf, uruslah dia sekarang hara-yaa beri dia air hangat dan
selimuti dia dan lampu jangan kau matikan karena dia takut gelap”

“gumawo unnie, kau sangat membantuku aku akan mengurusnya sekarang, aku disini karena tidak sengaja bertemu dengannya karena jadwal nya sama, dan besok dia akan pergi ke california bertemu dengan appa dan umma nya”

“arraso aku ingin dia tetap disampingmu sampai pagi eoh, jagalah dia, ketika dia
bangun besok berikanlah coklat panas untuk nya”

“nee unnie, aku tutup telfon nya sekarang eoh? Aku akan mengkompres nya sekarang sepertinya dia gak demam”

“gumawo hara-ya”

Semoga aku tidak salah menghubunginya, karena aku tahu dia pasti orang yang tepat untuk mengetahui keadaan unnie sica yang seperti ini. aku terus mengurus unnie sica sampai tengah malam baru mengigau nya berkurang dan kini ia terlelap tidur, aku pun segera tidur di samping nya.

Keesokan pagi nya aku bangun pagi sekali kerana menager oppa membangunkanku karena jadwal ku jam 8 pagi dan kini masih pukul 5 pagi aku bergegas ke kamarku dan mandi lalu kembali ke kamar sica unnie pukul 7 pagi, dan kini aku membuatkan coklat panas dan membangunkannya.

Sulit sekali di bangunkan huft jadwalku tinggal beberapa menit lagi karena perjalanan kesana memakan waktu setengah jam aku mencoba membangunkannya dengan lembut hingga kini aku menarik tangannya hahaha aku kesal karena dia benar-benar putri tidur.

“bangunkan aku 5 menit lagi fany-ah”sampai saat ini pun kau masih mengigau nya unnie, kau benar-benar munafik unnie tidak berani menghubunginya.
“aku bukan tiffany hwang, jessica jung, palli bangun jika tidak you die” ku bisikan tepat ditelinganya, dan cara itu berhasil dia terperajat bangun, aku tertawa kemenangan
“omoooooo kau mengagetkanku hara-yaaa”

“kau merindukannya sampai seperti itu eoh unnie? Palli minum ini, selagi masih hangat, dan hubungi dia jika kau rindu, tidak baik bersikap keras kepala dan munafikmu terlalu besar, aku akan pergi sekarang, byeee sampai bertemu lagi, kabari aku jika kau sudah di california”

Pov end

Kubuka mata ku dan meninum coklat panas buatan hara tadi rasa nya menyegarkan sekali, dia tahu dari mana jika aku habis minum aku akan membuat coklat hangat, karena satu-satunya orang yang tahu jika aku habis mabuk coklat panas mampu membuat moodku kembali hanya dia. Aku beranjak dari kasur ku dan melihat handphoneku, ternyata banyak pesan menumpuk disana aku mencari nama Im Y namun tidak ada hanya dari oppa yang paling banyak

“haloo, yaa oppa aku baru bangun hehe”
“kau semalam aku hubungi tidak menjawab eoh, apakau masih marah padaku babe?”
“anyioo oppa, aku tidak marah aku hanya kelelahan dan pergi tidur dengan cepat, apakah kau akan kemari oppa? Aku akan pergi ke california hari ini untuk bertemu dengan appa dan umma”
“ya aku akan kesana sekarang, bukalah pintumu aku tidak ingin kau marah karena aku masuk secara diam-diam lagi”
“YAAAA!!! Kau menyebalkan”

“morning sweety i love you i miss you *chuu* ini bunga untuk pricessku ini”
“sweet oppa, kajja masuk aku akan mandi dulu, duduklah dan bersantai lalu mari breakfast di bawah nanti oke”
“yes princessku, i waiting you”

Aku berjalan kekamar mandi, dan mempersiapkan semuanya, lalu aku mencoba menghubungi si rusa itu namun tidak ada jawaban sama sekali, tapi akhir nya handphone nya aktif, aku benar-benar menyesal sekarang terjebak dalam dua lingkaran cinta yang benar-benar membuatku gila, yoong orang yang selalu ada disampingku setelah yuri, dan tiffany orang yang selalu ada dihatiku dan jiwaku. Aku jadi ingat ketika..

Flashback

Setelah aku keluar dari grup itu dan melakukan aktivitas individuku, aku melihat siaran ketika fanmeet yang harus nya aku hadiri di sanghai cina, disana banyak sekali keharuan, semua lagu tidak berjalan dengan baik, aku menyesal meninggalkan kalian, namun itu juga adalah pilihan kalian bukan membuangku disini sendiri, kau menahan air matamu bulan sabitku menahan sesak yang kau rasakan kau banyak diam, yoong sangat menahan amarah nya dan sesak nya ketika seohyun menangis dia membantu nya padahal aku tahu dia juga merasakan sesak yang mendalam karena kau mengirimkanku pesan sebelum fanmeet itu memberi tahu bahwa kalian baik-baik saja, walaupun aku tidak pernah membalas pesan-pesanmu yoong.

“unnie, aku sekarang sendiri, sulli masih belum ada kepastian dan kau juga out, aku takut disana unnie”

“sssttt uljima aku akan selalu disampingmu krys jangan takut oke, disana ada yoona tiffany yuri hyoyeon yang akan selalu melindungimu, victoria juga akan membantumu eoh, aku menitipkanmu pada heecul oppa dan leeteuk donghae oppa”

“unnie kau tahu lihatlah mereka mereka sangat tertekan tanpa dirimu, seharus nya kau kemarin tidak kesini agar tetap disana dan bersama dengan mereka, beberapa minggu lagi ada smtown di sanghai unnie, aku tidak sanggup aku lelah”

“kau bisa krys kau bisa okeee tenanglah”
Aku tahu keputusan ku ini membuatmu sakit, semua sakit bahkan sone pun merasakan kesakitan namun inilah hidup, hidup adalah pilihan, pilihan yang mengikuti kata hati. Aku mulai cemas ketika Smtown mulai, karena aku dengar kau tidak baik-baik saja krys dan aku tidak disana, aku sedang banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan sekarang. Aku tidak bisa mengkontrol mu dari dekat. Maafkan aku krys.. tiba-tiba handphoneku berbunyi, tapi handphone lamaku, yaa handphone lamaku yang berdering disana tertera nama

“where are you ? please come here, krystal fainted now, after song she injured”
“im in korea now yoong, please jaga dia yoong jaga dia untukku jangan biarkan dia merasakan kesakitan temani dia yoong, kau tahu dia sangat tidak bisa sendiri, aku mengandalkanmu yoong”

“baiklah unnie jika kau tidak bisa kemari aku akan menjaga nya dengan baik eoh, jangan khawatir, dan jaga kesehatanmu juga, aku.. ” yoong come on, part kita hanya menunggu 3 lagu lagi, krystal sudah di tangani oppa,aku hampir jatungan mendengar dia pingsan, palli

“nuguya yoong?”
“fanny unnie, dia sangat khawatir ketika mendengar krystal pingsan bahkan dia yang membawa krystal ke ruangan ini, dan memberi tahuku, karena aku sedang ganti baju”

“aaraso aku akan kembali bekerja, datanglah bersaama krystal ketika kalian sudah menyelesaikan acara smtown mu itu aku menunggumu di apartemenku yoong, thank you my rusa”

Flashback End

Itulah mengapa hingga saat ini aku masih bersama dengan yoong. Tapi kini kau tidak menghubungiku sama sekali, apakah kau sangat marah padaku ? huft padahal tadinya aku yang akan marah padamu yoong. Dan kini aku harus bergegas untuk sarapan dengan oppa dan langsung pergi ke california. Tanpa jeong unnie karena harus meneyelesaikan peekrjaannya di korea.

—–

Tap taptap kudengar suara langkah yang semakin dekat dan banyak sekali yang datang nampak nya baru datang semua padahal aku sudah dari tadi pagi disini menunggu latihan bersama mereka.

“hai yooong, kau nampak buruk sekali sudah 2 hari ini, why ?”
“ ah ainiyo unni aku baik-baik saja, apa kau tidak datang dengan yul unnie, mengapa datang dengan tayeon unnie?”

“ aah aku menginap di rumah taeyeon semalam yong, apakah yang lain belum datang? Hanya kau aku seohyun sekarang disini”
“aku tidak tahu unnie aku lupa menaruh handphone ku dimana jadi aku tidak membuka chat hehe”

“ senyummu penuh luka yoong, katakan padaku ada apa sebenarnya”
Maafkan aku unnie jika aku memberitahu kalian pasti kalian akan sangat terkejut dan terluka bukan, terlebih lagi kau tiffany unnie

“khaaaaahhh aku akan menganti baju ku dulu unnie, dan kau seo apakah kau tidak ingin menganti bajumu ?”
“baiklah unnie aku akan ikut bersamamu menganti baju, agar gerakanku tidak terbatas”

“tae kemana yuri dia tidak menjawab telfonku semenjak semalam, apakah dia marah karena aku bersama denganmu terus ?”

“i dont know fany-ah, lagi pula apa yang harus dia marahkan kepada kita, jadwal kita memang seperti ini selalu bersama hehehe taeny taeny *chu*”
“ aku datang hahahaa, omoo kalian, yul wait”

“ yaaa kalian mengapa diam saja, fany-ah kejar yul dia nampak buruk melihatmu tadi”
“soo apa dia melihat kami ?”
“ ya menurutmu tae buat apa dia pergi jika tidak melihat kalian, pabo lagipula apa yang kau lakukan”

“aku akan mengejarnya fany-ah”
“jangan tae biarkan aku yang mengejarnya”
Aku berlari look around tapi tidak melihat sosok yang aku ingin temui… kemana kau kwonku…

“hai fany-ah ada apa kau disini?”
“hai sunny apa kau baru datang? Apa kau melihat yuri?”

“ hmmm yuri? Aku melihat nya bersama hyo sedang membeli kopi di sebrang, ada apa fany-ah ?”
“aniyo sunny-ah, masuklah kedalam tae soo menunggumu, mulai lah latihan duluan tanpa aku dan yuri oke”

“ baiklah sepertinya masalah kalian sangat berat hahaha bye”

Aku berlari kearah coffe shop yang ada disana, kulihat disana ada yuri dan hyoyeon sedang duduk berbincang, aku diam-diam menghampiri mereka yang duduk menghadap barista dan otomatis membelakangi pintu masuk, aku melangkahkan kaki dengan perlahan dan mendengarkan apa yang mereka perbincangkan secara diam-diam

“ rasa nya sakit hyo, aku tidak tahu apakah dia benar-benar bisa meluapakan masalalu nya atau tidak, aku tahu bahwa sica dan taeyeon lah yang ada dihatinya bukan aku”

“ hei kau jangan berpikiran seperti itu, jangan throwback yang berlebihan yul, kau ingat kita menjalani kehidupan dimasa kini di detik jam ini, tidak di masalalu, anggap saja mereka masalalu nya dan kau future nya buddy”

“ yaaa! kau tidak melihat apa yang aku lihat tadi hyoo”
“arraso aku mengerti lebih baik sekarang kita kedalam kita harus latihan bukan ?”

“hyoo… malam hara menelfonku dan membicarakan seseorang denganku”

Tunggu yuri di telfon oleh hara ? untuk apa ? apakah dia ada main dengan hara sekarang ? bahkan aku tidak pernah tahu jika mereka dekat

“sica… dia mabuk bersama hara dan badan nya demam semalam dia menyebutkan nama tiffany terus menerus dan lagi aku mendengar dengan jelas sica berteriak dia merindukan tiffany dan sica bilang .
“fany-aaah aku rindu padamu fany-ah dengarkan aku dulu aku tidak ingin seperti ini, dia mencintaimu fany-ah kau harus mengerti aku merelakanmu dengan”

ketika sica akan mengucap nama orang yang membuat sica meninggalkan fany hara malah menjauh dari nya sial, aku kepikiran ini hyo, apakah aku harus memberi tahu fany atau tidak, mengapa semua orang hanya bisa throwback tanpa melihat masa kini hyo”

What jessie mabuk dan menyebut namaku, jatungku rasa nya berhenti berdetak dan perlahan aku berbalik badan dan membuka pintu keluar rasa nya aku tidak bisa bernafas sama sekali mendengar semua yang tadai yuri katakan, aku harus bagaimana ini, aku tidak tahu, bahkan aku tidak tahu nomer nya yang sekarang, oh tuhan apakah aku harus meminta pada hara

“fany-aah apa yang kau lakukan disini? Apakah kau akan menemui yuri ?”
“fany-ah fany… hey fany”
“aaaaah hyoo iya aku akan menemui yuri apakah dia ada di dalam” pura-puraku tidak tahu

“ ne dia didalam tenangkanlah dia, aku tidak tahu apa yang kau lakukan dengan tatae mu itu hahaha kalian ini ada ada saja, palli kita sebentar lagi latihan”
“ aku masuk dulu hyo thx sudah bersama nya” aku melangkahkan kaki ku ke dalam berat rasa nya untuk berpura-pura tidak mengetahui semua nya

“hei.. yul maafkan aku, aku ti…”
“arraso aku menegerti fany-ah kalian hanya sahabat dan tidak bisa dipisahkan, jadwal kalian sering bersama dan membutuhkan feel yang kuat bukan ketika menjalani kerja bersama ? aku tidak marah fany-ah aku hanya haus dan ingin minum kopi rasa nya lelah sekali, dan tadi bertemu dengan hyo di depan gedung lalu mengajak nya kemari”

“yuull kaa..”
“disini tempat umum fany-ah jangan membuat scandal yang tidak bisa atasi oke, kita masuk dan latihan palli, kau nampak cantik hari ini, apakah tae menjagamu dengan sangat baik? Haha aku harus berterimakasih kepada si pendek itu, kajja”

Kau selalu menjadi pelindungku pendengarku penenangku yang baik yul, kau dan tae itu sama, tidak ada beda nya, namun dia selalu menang di hatiku yul, maafkan aku yul, aku akan berusaha untuk bersamamu dan melupakan dia

“hehe thx for everything yul, sarangeeeeeeee *chu*”
Kau matamu itu senyummu itu yang selalu membuatku tersenyum juga, membuat hatiku nyaman teduh fany-ah meskipun hati ini masih ada dirinya masih ada dia, maafkan aku fany-ah karena selama ini aku mencitai orang yang sama denganmu… tapi aku akan membuka lembaran baruku denganmu
“ yaaa! Kau datang terlambat hyoo, kemana saja ? apakah kau tidak niat latihan huh ?”

“apakah kau sekarang mulai seperti ajuma soo?”
“hahahahaha aku rindu padamu buddy rasa nya suasana panas dan canggung ini harus segera di atasi”
“i know, yuri dan tiffany sedang jalan kemari, mereka sudah menyelesaikan urusannya”
“kau memang pahlawan kami bung *chuu*”
“ yaaaaa!!!! Unnie kau merebut yang aku miliki unnieeeeee”
“hahahaha tenang nya seo makne ku tersayang hanya pipi saja”
“ uuuuu seokuu sudah lama tidak berjumpah eoh, kau nampak sama saja hahahahha”
“ hahahaha unnie ku kira kau akan memuji makne kita”
“tidak yoong, pujianku terlalu mahal ba..”
“anyyooong kami datanggg hehe maafkan lama, aku membawakan americano ice untuk kalian”
“woooowww thx yuri uunieee aku sangat butuh ini aku lelah”
“sama-sama makneku, yoong apakah kau tidak ingin coffe segar ini?”
“tidak, aku butuh makan bukan kopi itu hahahaha”
“ telfon siapa itu yang berbunyi, angkat palli sangat berisik”
“kau galak sekali taeyeon, ini kopi untukmu dan ini *pluuuk* untuk kau tadi mencium tiffanyku”
“yaaaa hitaam!!! You wanna die now?! Hahahaha, aku hanya mencium nya sebagai tanda penenang karena mengkhawatirkanmu terlalu berlebihan”
“hallo, yes krys ada apa?”
“ani ani aku tidak sibuk, 3 jam aku latihan nanti aku kabari lagi oke ?”
“hmm di tempat biasa saja bagaimana?”
“oke aku akan datang tepat waktu krys bye”
“kau masih berhubungan baik dengan krystal eoh?”
“aah nee soo unnie, krystal selalu bercerita tentang keluh kesa nya kepadaku karena sica unnie terlalu sibuk sekarang dengan urusan bisnis nya”
“ aku kadang kesal dengan sica yang mengurus bisnis nya yang belebihan dan meninggalkan kita”
“unnie sudahlah tidak usah dibahas lagi akan membuka luka lama, throwback terlalu banyak tidak baik untuk kesehatan kita unnie kita hidup dimasa sekarang dan future oke”
“aigoooo sejak kapan kau menjadi bijak seperti ini, kajja kita latihan”

“aku menelfonnya tadi unnie dan kata dia dia sedang latihan, dan akan bertemu dengannya beberapa jam lagi di tempat biasa”

“ kau baik sekali krys hehe, aku sangat bersalah pada nya krys karena oppa menjawab nya mungkin dia marah sehingga tidak menjawab telfonku”

“anii unnie dia sedang sibuk karena jadwal nya jangan berpikiran yang tidak tidak lah unnie, unnie ku dengar yuri dan tiffany unnie semakin dekat sekarang, kemarin aku melihat nya sendiri saat di coex”

“ bagus lah krys jika fany sudah bisa melangkah kedepan, aku bahagia jika dia bahagia” rasa nya sesak sekali mendengar ini tuhan, namun kenapa dia bersama yuri ?

“unnie kau belum memberi tahu kepada siapapun tentang kau dengan yoong ? apakah ini bisa membuat keadaan semakin buruk unnie, apalagi yoong disana sendiri tanpa mu unnie?”

“belum krys lagi pula siapa yang akan tahu kami jauh, hanya kau yang tau dan jeong unnie”
“unnie kembalilah aku rindu padamu”
“yes dongsaeng, i know you miss me, but i miss she hahahaha”
“ yaaa! Kau menyebalkan” *klik*

“khaaaahhh lelah sekali ternyata, aku akan mandi terlebih dahulu unnie, tidak apa apa kan aku mandi pertama ?”
“neeee cepatlah yoong aku ada jadwal juga hari ini jadi harus segera pergi, kau ada jadwal memang setelah ini ?”
“ada fany unnie makannya aku ingin duluan”
“ yoong akan bertemu dengan krystal hari ini guys hahaha”
“yaaa soo unnie kau membocorkannya, awas kau!”
“oh ya, untuk apa?” tanya taeyeon melirik tajam
“aaah i..ittuu unnie aku ada project iklan namun aku tidak bisa menghadirinya maka aku meberikannya pada krystal”
“dari sekian banyak unnie mu kau memberikan pada krystal, daebaaak” jawab sunny sambil melirik tajam juga padaku lalu tertawa jahil
“ hmm karena aku tahu jadwal kalianpun sangat sibuk unnie”
“aaah aku akan pergi mandi sekarang”
“huft anak itu selalu saja seperti itu jika ingin bertemu dengan krystal mengapa harus banyak alasan, aku bahkan ingin ikut sebenarnya karena aku merindukan sosok sica dalam diri krystal”
“ yaaa tae kau mengambil kesempatan dalam kesempitan bukan” jawab sunny
“ haha kau bodoh pendek, jika ingin ikut kau pergilah dengannya dia tidak bisa menolakmu bukan?” Timpal sooyoung
“hey hey kalian itu urusan yoong dan krystal kalian ributkan seperti tidak bertemu denganya lagi” hyoyeon pergi sambil menarik tangan seohyun pergi keluar
“tiff apakau baik-baik saja? Apakah kau tidak ingin ikut bersama yoong untuk bertemu krystal”
“tidak yul, untuk apa, disanapun tidak ada dia dan aku sudah ada dirimu” mulutku berbicara seperti itu beda dengan hatiku..
“tiffany unnie aku sudah selesai silahkan, aku pergi sekarang eoh ? aku akan siap-siap di mobil saja. Bye bye *chuu*”
“yaaaaa! Rusa kau mencium yurieekuuuuu!!!!!!”
“anggap saja seperti tadi kau dicium oleh taeyeon unnie hahahaha”
“yaaa yoong kau membuatku mati dihadapan tiffany !!!” yuri memeluk tiffany
“hahahaha kau pintar yoong” saut taeyeon
“i love you tatae hahahaha” sambil menjulurkan lidah nya
“yooong kau akan mati jika bertemu denganku lagi” taeyeon berlari mengejar yoong
“apakah aku ditakdirkan bersama denganmu soo untuk melihat adegan ini ?” lirik sunny pada sooyoung
“hahahaha aku akan mandi bye bye” sooyoung berjalan dengan santai
“yaaaa sooo kau menjengkelkan meninggalkanku melihat dua orang ini berpelukaan, aku ikut!”

Mobilku berjalan menggunakan maps karena hari ini aku membawa mobilku sendiri, karena aku tidak ada ajdwal jadi tidak ada manager oppa yang menemaniku, aku menggunakan pakaian yang biasa saja hanya celana jeans t-shirt putih lalu menggunakan jacketku karena diluar lumayan dingin dan tidak lupa topiku kacamataku, selama 1 jam aku berjalan lalu aku menghubungi krystal..
“hei kau sudah dimana? Aku 15 menit lagi sampai”
“aku sudah sampai dari tadi unnie, palli hehehe jangan lupa kau harus wangi dan rapih oke?”
“hahaha apakah kita akan dating krys? Kau sungguh menggemaskan, kau menggunakan warna baju apa dan duduk dimana ?”
“ dating with you hahaha palli, warna putih dan duduk di pojok, aku membelakangi pintu karena aku takut ada paparazi hahaha ” *klik matikan handphone*

Akhirnya sampai juga aku penasaran apa yang akan di katakan oleh krystal semoga saja bukan tentang unnie nya itu karena aku masih tidak ingin membahasnya. Nah itu dia aku menghampirinya
“ heeeiii krys…..”

TBC

Throwback and future chapter (2)

Throwback and future chapter 2

Maincast : Jessica jung
Tiffany hwang
Kwon yuri
Im yoona
Another snsd
Tyler kwon

Author : Coffetime22

Jessica pov

Yaa kemana si rusa bodoh itu dia sama sekali tidak menghubungiku, kata nya ketika aku sampai di china dia menyuruhku untuk menghubungi nya. tapi aku sudah menghubunginya tapi tidak ada balasan sama sekali.

Ku lemparkan handphoneku ke kasur lalu aku pergi ke kamar mandi untuk mempersiapkan air hangat untukku mandi, lalu ku mendengar dering handphoneku aku langsung berlari sambil megerutu.
“ akhirnya kau menghubungiku juga eoh” sambil tersenyum penuh kemenangan.
“ Yaaaa! Kenapa baru menelfonku sekarang pabo! Kau tahu aku sangat merindukanmu, bahkan kau tidak membalas semua pesan yang aku kirimkan kepadamu, apa kau sangat sibuk sekali sekarang ? sudah bisa melupakanku ?” aish si bodoh kenapa dia diam terus aku mengerutu dalam hati.

“ yaaa kenapa sekarang kau diam saja hei” masih tidak ada jawaban.

“ kau posessive sekali sekarang sica-ah, apa kau benar-benar merindukanku saat ini ? aku tidak menyangka kau seperti ini sekarang, kita hanya tidak bertemu 2 bulan, dan aku tadi tidak membalasmu hanya 2 jam yang lalu saat aku sedang rapat” ku dengar suara disebrang sana, mulutku tidak bisa berkata aku tertegun dan terdiam, dan ternyata aku salah orang, rasa sedih ini entah muncul dari mana.

“khaaahhhhhh” tanpa sadar aku menghela nafas dengan sangat panjang tanpa aku sadari jika telfone itu masih on.

“kau kenapa sica-ah, apa sekarang kau marah padaku ?”
“bukan begitu oppa.. aku hanya sangat rindu padamu” bohongku dalam hati, ya kwon tyler kau menelfonku saat aku tidak mengharapkanmu.
“ omooo, waiting me oke ? aku akan segera kesana, sicaa-ah i call you back again later oke ? i really busy now, dont forget lunch babe” kudengar nada nya begitu lembut dan sangat perhatian
“ baiklah oppa, palliwaaaa aku sangat bosan terus bekerja disini, kemarilah aku masih di hotel”. Klik ku matikan handphoneku tanpa menunggu dia menjawab terlebih dahulu, ku pergi menuju kamar mandi dan berendam dan menyalakan aroma terapi.

Yoong pov

Oh tuhan hari ini sungguh melelahkan sekali, jadwal untuk comeback membuatku gila, hampir tiap hari aku harus menghafalkan gerakan baru demi comeback kami, lalu aku harus beberapa kali pulang malam untuk mengisi acara jadwal individu ku, dan kini aku akan pergi ke coex SM untuk latihan, sungguh ini sangat bosan apa lagi tidak ada dia disini.
Omoooo… aku baru ingat jika aku berjanji untuk menelfonnya hari ini, namun aku sangat lelah sekali dan aku lupa dimana menaruh handphoneku.

“Oppa, apa kau melihat handphone ku ?” tanyaku pada manager oppa yang selalu disampingku ketika kegiatan individuku.

“ im yoona sudah berapa kali kau melupakan benda ini, lihatlah beberapa pesan ini membuatku gila, banyak sekali yang merindukanmu eoh ? bahkan tadi yuri menelfonmu menanyakan apa kau sedang bersama tiffany atau tidak” huft aku tersipu malu, wait apa oppa melihat pesan jessica unnie juga ??.

“palli mana handphoneku oppa” aku langsung menghampirinya.

“this is for you yoong, dont forget again oke” haha aku hanya tertawa mendengar aksen inggris nya yang sangat lucu, aku mengingatnya lagi hahaha sungguh aku rindu padamu uniie.

Aku langsung mengecek handphoneku, dan aku langsung melihat kakaoku dari nya, ternyata ada 5 message dan 3 call, hahaha pasti dia sangat marah padaku sekarang karena banyak sekali pesan dan call nya tidak aku jawab, aku langsung menghubunginya.

“ haloo unnie. kau lama sekali menjawab telfonku, apa kau marah ?” suara ku yang serak, ya suaraku serak karena tadi ada adegan dimana aku berteriak.

“unnie… ayolah aku tidak ingin kau maraah, nanti cantikmu hilang nunna, tadi aku banyak sekali perkerjaan yang membuatku hampir gila sehingga aku tidak bisa menghiburmu nunna dan sekarang aku akan pergi ke coex untuk latihan dan bertemu dengan yang lainnya tanpa ada dirimu huft aku rindu padamu nunnaku.” oke suara memelas sekarang runtukku dalam hati .

“ yoona-yaa its oke, no problem, now sica with me in here, dont worry oke, thank for you because always beside sica.”

suara itu…? aksen inggris yang baik dan fasih, uniie apa kau sedang bersama nya sekarang. oh tuhan rasa nya… langsung aku terdiam, rasa nya sakit uniie.

“aaaa-aah ne, dont say thanks oppa, because sicca unnie always in my heart, oppa i back to my work now, sampaikan salamku pada nunna sica oke” dadaku terasa sesak saat ini, tiba-tiba rasa sesak ini menjadi butiran tetesan hangat yang ada dipipiku.

Tiffany pov

“omoooo yooong kau kenapa hei katakan padaku kau kenapa, apa ada pekerjaanmu yang membuatmu seperti ini, yoong tell me” ada apa dengan yoong tidak biasanya dia seperti ini, apa ini karena seugi oppa? Ani ani tidak mungkin karena dia, oppa sangat baik pada yoong dan mereka pasangan yang sangat romatis dan harmonis, lalu ku lihat layar handphone nya yang masih menyala dan dia lemparkan ke sofa, omooooo log panggilan keluar nya “mrs J”

apa.. apa… apa itu kau jessie ? jadi selama ini kau masih berhubungan dengan yoong dan tanpa menghubungiku sama sekali ? jessie apa kau begitu marah kecewa padaku karena semua ini ?.

maafkan aku jessie, aku tidak bermaksud untuk melukaimu, namun akupun sangat kecewa ketika aku tau hubungan kau dengan nya, mungkin aku egois karena aku masih dengan nickhun oppa dan kau tidak boleh bersama siapa-siapa.

Terlebih lagi kau mendiamkanku secara mendadak dan menjauhiku menyapaku ketika ada kamera saja, Jessie ini sungguh sakit, aku merindukanmu jessie, tunggu apakah kau dan yoong ada sesuatu jessie ?.

aku masih ingat ketika event mini konser di hongkong kau di sebelah yuri harus nya dan tiba-tiba kau berpindah disebelah yoong dan mengabaikan minum yang yuri beri padamu.

kau tau yuri sangat takut jika itu ada hubungannya dengan pembicaraanmu tempo hari yang ingin memutus kontrak dengan GG dan dia langsung memberi tahuku karena yuri tahu kita sedang ada masalah maka dia menanyakan apakah moodmu baik atau tidak.

karena tadi kau mengabaikannya, namun di hongkong itu bukankah kita masih bercanda dan tawa di atas panggung jessie? kini air mataku pun ikut menetes sama seperti yoong.

“omoo unnie kau kenapa, kau kenapa ikut menangis?” suara yoong kini mulai menyadarkanku bahwa aku pun ikut menangis lalu kudengar lagi pintu studio terbuka… dan disana.

“ yaaaaaa!!! Apa yang kau lakukan padanya yoong?” kulihat Yuri datang dan menghampiriku lalu mendorong yoona tanpa sengaja, lalu memeluk dan mengusap puncak kepalaku.

“aku baik-baik saja yuriee” aku terus berusaha sebaik mungkin dihadapan mereka entah kenapa rasa sesak ini semakin bertambah karena aku harus membohongi yurie orang yang selalu ada disampingku setiap hari setelah dia pergi.

dan aku mendengar lagi langkah orang datang ternyata Taeyeonku, Seohyun dan Sooyoung dibalakang nya ada Sunny.

“fany-aaahhh why you cry babe, tell me?” Taeyeon langsung memelukk. mengambilku dari pelukan yurie dan akupun menerima nya walaupun aku tau wajah orang sebelahku ini sedang menahan amarah namun ditahan. Tangan ku langsung meraih tangan nya untuk menandakan bahwa aku tidak ingin dia berajak dari sebelahku.

“no tae, aku baik-baik saja, aku menangis karena yoong tadi menangis saja, jadi aku terbawa suasana” jawabku sambil melihat kini yuri sudah berdiri dan pergi dari hadapanku dan tae, dia mangambil minum di pojok ruangan bersama sooyoung.

Yuri pov

Aku mulai memasuki studio sm coex hari ini ada latihan dance padahal ini sudah larut malam namun ya ini lah pertengahan waktu ketika semua member berkumpul karena sudah menyelesaikan jadwal individunya.

Ku parkirkan mobilku di sebelah mobil yoong, dan disana aku tidak melihat mobil tiffany, apakah dia belum datang ? tidak mendapatkan kabar nya seharian ini, karena aku tidak bisa menghubunginya ketika dia sedang bersama dengan nichkun oppa, ku langkahkan kaki menuju ruangan studio, dan aku melihat omoo tiffany ku sedang menangis dan aku langsung menghampirinya.

“ yaaaaaa!!! Apa yang kau lakukan padanya yoong?” aku duduk disebelah tiffanyku dan mendorong yoona tanpa sengaja, lalu memeluk dan mengusap puncak kepalanya,sungguh pikiranku kemana-mana hari ini tuhan, banyak sekali kejadian yang tidak aku inginkan

“aku baik-baik saja yuriee” itu jawabmu, namun aku tidak mengerti kenapa kau dan yoong menangis bersama, apakah kalian ada main dibelakangku fany-ah? Sungguh aku tidak sanggup.

Cukup aku menegtahui bahwa kaulah yang dulu merebut hatinya dariku hingga hari ini mungkin dia tidak bisa melupakanmu, bahkan ketika aku bertemu dengannya pun selalu menanyakan apakabarmu fany-ah, tanpa dia tahu bahwa hubungan kita selama ini semakin dekat semenjak dia pergi.

Flashback

Aku melamun di mobilku, ya hari ini aku membawa mobil ku dari coex untuk pulang ke apartemenku, aku tidak menyuruh oppa mengantarkanku, karena seohyun malam ini menginap di apartemen hyoyeon, maka aku putuskan untuk membawa mobilku sendiri, ya ini tepat hampir 2 bulan kau meninggalkan kami, dan kau selalu memutuskan kabar dan apapun komunikasi kita, semua member murung terlebih lagi dia bulan sabitmu, dia selalu murung dan jarang sekali berbicara dia selalu menyalahkan semuanya kepada dirinya karena tidak bisa menahanmu pergi, malam ini cukup sepi ketika aku memasuki parkir, dan terlihat disana deretan mobil dan mobilmu tidak terparkir, apakah kau tidak pulang lagi hari ini jung seoyeon ? aku merindukan melihat dirimu rambut blondemu.

aku turun dari mobilku dan melangkah dengan sepoyongan karena aku sudah lelah sekali kini aku depan lift dan aku masuk namun aku tersadar bahwa aku lupa membawa tasku hahahaa bodoh sekali, lalu aku putuskan untuk pergi ke parkiran lagi.

“kau selalu saja lupa jika sudah lelah, istirahatlah jangan lupa minum vitaminmu yul” suara itu… yaaa suara itu… suara yang aku rindukan, apakah ini mimpi ? tuhan tolong jangan biarkan aku mengingatnya lagi tuhan, kubalikan badanku lalu aku melihat sosok gadis blonde itu masuk ke pintu masuk, apa aku tidak mimpi ? apa benar itu dia ? aku lari dan kini tepat disebelahnya mengatur nafas dan pintu lift terbuka, kami masuk ke lift lalu aku memberanikan diri untuk membuka percakapan bersama nya.

“kau.. kau kemana saja sica-aah?” suara serakku karena menahan rasa sesak yang kini kurasa, ingin sekali aku memelukmu.

“aku ada saja yul, sorry jika aku membuat gaduh di media sosial aku hanya meluapkan amarahku” ucapmu sambil tertunduk demi tuhan aku ingin memelukmu sekarang juga jung jessica.

“ aku mengerti sica-ah maafkan kami juga eoh ? kau semakin berisi sekarang sica, apa kau bahagia sekali dengannya sampai kau tidak pernah pulang kesini” pertanyaan itu terlontar begitu saja.

“ aku bahagia karena kalian juga bahagia tanpa aku yul, hehe bagaimana kabar bulan sabitku? Apa dia sehat yul? Tetaplah disamping nya yul, dia membutuhkanmu selain si pendek itu haha, dia rapuh yul, tolong jaga dia untukku yul, jangan sakiti dia eoh” kau berucap seperti itu, berati kau sudah merelakan diriku dengan nya ? kau tersenyum tanpa ada beban sica.

Ting pintu lift terbuka itu tanda nya kau akan pergi duluan kan belum sempat aku menjawab dan kau hanya melambaikan tanganmu kepadaku.

Flashback end

Jessica pov

Akhirnya aku selesai juga membersihkan tubuhku ini, dan aku berjalan keluar kamar mandi, dan melihat pintu balkonku terbuka, apakah ada orang jahat ? dan tadi aku mendengar suara handphone ku berbunyi mana handphoneku ? lagi pula mana mungkin ada maling ini hotel lalu aku melangkah ke depan balkon untuk menutup pintunya.

“kyaaaaaaa!!!!” aku berteriak sekencang mungkin karena tiba –tiba ada yang membackhugku dari belakang.

“hey babe tenang ini aku oke ini aku” suara itu.

“tyler oppa? Ya what are you doing in here ?! you say me you busy and now yo..” kau menciumku oppa, aku tidak bisa menolaknya karena kau… ya kau kekasihku sekarang dan penanam modal terbesar dan tunggal dan membantuku dalam hal pemasaran di dunia bisnis ini, ku dorong perlahan si kwon itu

“you ? are you lie me ? hah? Kau menyebalkan oppa!” kau hanya tertawa.
aku pergi kekamar mandi untuk memakai bajuku, saat aku mengambil bajuku aku melihat handphone ku diatas meja dekat lemari, tunggu handphoneku ada di kasur tadi, apakah oppa melihat pesannya ? tidak aku lock handphoneku dan dia tidak tahu mungkin dia hanya memindahkannya dan aku membawa handphoneku ke kamar mandi untuk menghapus pesan-pesanku semua nya bersama dia agar oppa tidak tahu.

ku buka handphoneku setelah selesai memakai baju tidurku, aku tidak peduli dia menungguku lama atau tidak diluar sana, dan ku buka dan terlihat disaa pesanku yang tidak di reply sama sekali oleh si rusa pabo itu, namun ada notification in call one hour ago ? omooo yoong kau menelfonku ? dan ini panggilan masuk apakah oppa yang menjawabnya ? tuhan mati aku sekarang juga yoong pasti sangat marah padaku saat ini, ku coba menghubunginya namun nomer nya tidak aktif, khaaah aku lelah sekali hari ini aku keluar kamar mandi dan langsung saja pegi ke tempat tidur tanpa memperdulikannya.

“hey kau marah padaku sampai segini nya eoh ? tanya mu oppa padaku tapi aku tidak memperdulikannya dan aku tetap saja pura-pura tertidur.

“oke its oke babe kau pasti lelah, tadi yoong menelfonmu dia lucu sekali eoh, sama seperti your little sister krystal” tunggu aku mendengar kau bilang yoong jadi benar kau yang menjawab telfonnya, matilah aku kau sungguh sotau oppa kau menjawabnya tanpa rasa bersalah eoh makin geram dan aku membuka mataku dan langsung.

“ kau menyebalkan oppa, kau datang tanpa memberitahuku dan kau menjawab telfon yoong tanpa menungguku, kau sungguh….” tunggu jika aku marah-marah oppa pasti curiga dia tidak suka aku berhubungan dengan memberku terlebih lagi sudah kejadian kemarin
“kau sungguh membuatku merindukanmu oppa, aku lelah ingin tidur, menginaplah jika kau ingin oppa, yoong tadi dia bicara apa?” semoga dia tidak curiga.

“ aih ku sweet sekali babe, yoong bilang nunna ayolah aku tidak ingin kau maraah, nanti cantikmu hilang nunna,tadi aku banyak sekali perkerjaan yang membuatku hampir gila sehingga aku tidak bisa menghiburmu nunna dan sekarang aku akan pergi ke coex untuk latihan dan bertemu dengan yang lainnya tanpa ada dirimu huft aku rindu padamu nunnaku, dan ketika aku menjawabnya dia blg dia akan kembali bekerja dan menitipkan salam kepadamu *chuu* ”

“yaaaa oppa kau mengambil kesempatan menciumku ketika keadaan seperti ini eoh, kau sungguh!!! Arrrggg aku akan tidur sekarang, GO AWAY!” aku diam tertegun ketika aku membantak nya aku benar-benar kesal dan aku langsung tidur dan tertawa sambil pulang sepertinya.

TBC

Love Is You (01)

Cast : kwon yuri, jessica jung,
Genre : girlxgirl 18+

Ini ff kedua gue setelah post pertama yg ancur habis,,, kini gue balik lagi dengan ff yg ga kalah ancur 😀
18+ only cos emang gue byund kaya bokap gue(kwonyuri) :p
Enjoy,,,, 😉

“Kadang manusia harus nsalah terlebih dahulu untuk menjadi benar, tak perduli seberapa sering disakiti,pada ahirnya cinta yang abadi akan menemukan jalan bahagianya.
Badai pasti berlalu dan hujanpun berhenti, berganti pelangi lambang bahagia sejati”

…………………………LOVE IS YOU………………

Author POV

musik Dj menggema diseluruh ruangan tempat puluhan anak muda mencari kesenangan.. berirama seiring musik yang semakin menggila.
Gadis mungil berambut blonde ikut bergerak seirama musik Dj.
Menggunakan dress hitam ketat sebatas paha membalut tubuh seksi miliknya.

Jangan lupakan belahan dada yang nyaris melompat keluar dengan sekali sentakan.
Mata mata liar menyala mengawasi dirinya.. namun ia seolah tak perduli dengan tatapan haus nafsu para pemangsa.

Disudut ruangan sepasang mata mengawasi gadis yang sedang menggerakkan tubuh seksi nya.

Sejenak ia memejamkan mata.. menahan rasa kessal dihatinya.
Bagaimana tidak jika gadisnya begitu liar menggoda semua mata untuk mencumbunya.

Author pov and

Yuri POV

Yuri meminum wine miliknya dengan sekali tegukan. Pandangan mata tak lepas dari gadisnya.
Yuri bergerak cepat menghampiri sang gadis memeluk erat tubuhya dan bergerak seiring musik Dj.

“Kau sungguh menyebalkan jung” bisiknya pada gadis yang dipanggil Jung.
Sigadis membalik tubuhnya menatap yuri dengan kedua tangan melingkari leher yuri.
“I know… but you like it kwon ” jawabnya dengan seringaian licik miliknya.

Jawaban darinya cukup membuat diriku ingin meledak didepannya. Bagaimana bisa dia melakukan itu padaku.
Tak menunggu lama ku cium bibir tipis nya.. dia harus tau berhadapan dengan siapa saat ini.. kuhisap bibir tipis rasa chery yang tak pernah bosan ku nikmati. Jessica jung trimalah hukumanmu karna membuatku kessall.

Kubawa tubuh jessica menuju mobil sport milikku. Tak perduli dengan sekitar aku tetap menciumi jessica dengan nafsu.
Setelah ku rasa butuh oksigen akupun melepas ciuman panas kami.
Tanpa kata ku lajukan mobil menuju apartemen milikku.
Jessica sendiri tampak mengatur nafas miliknya yang semakin berat.
Sebenarnya bukan tanpa alasan jessica seperti itu, satu tanganku tak lepas dari selakangannya, memainkan daerah basah miliknya.
Itu hukuman untuknya, sengaja kulajukan mobil pelan karna aku harus fokus pada kegiatanku.

“Eeenngghhhh…… yull… berhentilah… fokuslah menyetir… plissss ssttoooppp iittt bbaaaabbbyyy….” jessica dengan susah payah memintaku berhenti, tapi tak ku lakukan, sengaja ku ulur waktu mempermainkan jessica.

“Aaaaaccchhh…. ssseeoobbaaanngg… sstttoppp pppliiisss…” tangan jessica berusaha menghentikan tanganku.
Tak tahan dengan desahan desahan jesssica, ku tepikan,kko mobil di pinggir jalan yang lumayan sepi.

Yuri POV And

Author pov

Yuri menurunkan sandara jessica lalu mencium bibir jessica dengan penuh nafsu seakan tiada hari esok.

Keduanya seakan lupa tempat,
Jangan lupakan tangan yuri yang kini tengah meremas kasar dada jessica.

Ciuman yuri turun menyusuri rahang jessica, memainkan lidah lembut miliknya menggoda jessica.

“Aaahhhhhh” desah jessica saat yuri menghisap kuat leher jenjang putih miliknya. Kedua tangan jessica melingkar sempurna pada pundak yuri yang kini menikmati kedua buah dada nya.

Hanya desahan tertahan yang bisa jessica lakukan untuk yuri.
Kedua matanya terpejam menikmati semua perlakuan yuri padanya.

“Ahhhh yyyuullll…” desahnya ketika yuri dengan tanpa kata memasukkan tiga jari miliknya kedalam inti jessica.

Jessica memeluk erat tubuh yuri menyandarkan kepalanya pada pundak yuri. Yuri menaikkan tempo kecepatan jarijari nya memasuki jessica.

“Aaahhhh… fasssterrr yuulll…”
Jessica nyaris menjerit saat dirinya klimaks…
Tubuhnya lemas langsung bersadar penuh pada tubuh yuri yang masih memeluknya.

“Hahhh….hahhhh….hahhh…” desah nafas keduanya masih menggema seiring dengkuran lembut dari jessica.

Dirinya benar benar lelah.
Yuri beranjak dari tubuh jessica,Merapikan rambut berantakan jessica, mengecup kening jessica yang kini telah terpejam.

Yuri meraih blezer miliknya di sandaran kursi kemudi lalu menutupi tubuh berantakan jessica.
Yuri mekajukan lagi mobilnya untuk pulang.

Sesampainya di basement tampat parkir mobil yuri melirik jessica yg masih tertidur.
Yuri hanya bisa tersenyum menatap jessica.

Meraih tubuh jessica dalam dekapannya, menggendong ala bridal style.
Susah payah yuri membuka pintu apartement dengan posisi jessica dalam gendongan.

Setelah pintu terbuka, yuri membaringkan tubuh jessica di ranjang bigsize miliknya.

Yuri menggati baju jessica dengan baju yang lebih nyaman.
Tanda kemerahan sepanjang leher dada pundak adalah mahakarya yuri yang takkan hilang hingga beberapa hari kedepan.

Yuri lalu mengganti baju miliknya dan ikut berbaring dengan posisi jessica dalam dekapannya.

Author pov and

Jessica POV

Silau sinar matahari perlahan mengganggu tidur nyenyakku. Seseorang mendekap tubuhku erat,
Membuatku semakin nyaman berada dalam pelukannya, kini ku balikkan tubuhku menghadap dirinya yang masih tertidur. Ide jailku muncul… setelah semalam ia menghabisiku tak ada salahnya sekarang giliranku menghabisinya.

Perlahan aku turun dari ranjang. Yuri menggeliat lucu tapi tak juga membuka mata.
Perlahan aku menelusup dalam selimutnya…
Ku buka perlahan celana pendek yuri sambil ku ciumi perut datarnya,
Ciumanku turun di selakangan mikiknya.. ku nikmati dengan nafsu memenuhi kepalaku.

Sungguh ini bukan pertama kali bagiku tapi menikmati morning seks dengan yuri disaat seperti ini sangat jarang terjadi.

“Eeenggghhh…..” kudengar yuri mulai mendesah. Sepertinya dia belum sepenuhnya sadar atas apa yang aku lakukan.

Ku hisap kuat kewanitaan yuri yang slalu nikmat untukku.
ku rasakan selimut tersibak kesamping dengan kedua tangan yuri meraih kepalaku,meremas rambut panjangku lebih tepatnya. Ku lirik dirinya sejenak, ma yuri terpejam dengan posisi mennengadah keatas.

Ku lanjutkan kembali kegiatanku… semakin cepat ku gerakkan lidahku pada inti yuri.

“Uuughhhhhh… babbbyyy… there…. ” rancaunya
Mendengar itu aku semakin jadi menikmati ini.

“Aaagggghhhhhh..babbbbyyy..” teriak yuri saat diriknya klimaks.
Aku beranjak naik dan duduk diperutnya,Nafas yuri masih terengah.

“Baby… are you oke??? ” aku bertanya padanya.
Yuri membuka mata nya menatapku tajam.

“Wae????” Aku bertanya saat yuri masih menatapku.

Yuri bangun dengan posisi aku masih mendudukinya hingga kini aku berada di pangkuannya,Tanganku melingkari kehernya.

“Kau nakal sekali jessica kwon…???” Ucapnya.
“Memang aku melakukan apa???” Aku bertanya pura pura tak mengerti dirinya.

Yuri menyipitkan matanya,Sebelum menciumku dalam.
Tak butuh waktu lama yuri membuka baju tidurku hingga kini aku hanya menggunakan celana dalam, Karna aku tak menggunakan bra saat tidur,
Selanjutnya kembali yuri menghujani diriku dengan ciuman ciuman panasnya,Akan menjadi hari yang panjang jika sudah seperti ini,Yuri tak akan melepaskanku begitu saja sebelum dirinya benar benar puas.

Jessica pov and

……………………….LOVE IS YOU………………………..

Author POV

Seorang gadis muda memasuki tampak memasuki apartement mewah yang terlihat manis dengan beberapa pajangan foto dua orang yang tampak bahagia, langkah kakinya terhenti saat samar samar mendengar desahan tertahan dari arah dapur.

Tatapannya menajam saat tatapan matanya menangkap dua sosok gadis bercumbu di pantry.

“OMO,,,,,,,, Yull unnniiee,,,, apa yang kalian lakukan?????” jeritnya menghentikan kegiatan pasangan tersebut.

Yuri menoleh mendengar jeritan seseorang.

“Aishh,,,,, apa yang kau lakukan sepagi ini di apartement ku kwon yoona????” tanya yuri kesal karna acaranya bercumbu diganggu adiknya kwon yoona.

“Ya,,, uniie apa kau lupa kita ada janji untuk membahas proyek terbaru perusahaan??????” yoona menjawab dengan tampang tak kalah kessal, apalagi saat tatapan matanya bertemu dengan mata jessica, tampak jelas sorot kebencian dari mata yoona,sedangkan jessica hanya memandangnya acuh.

” ah,,,, mianhe,,,, aku melupakannya yoong,,, ” ucap yuri dengan cengiran bodohnya.
“Aisshh,,, lekaslah mandi aku menunggumu”perintah yoona.

Yuri menatap jessica yang masih terduduk di pantry.

“Babby,,,, tak apa kan kau aku tinggal sebentar???? ” ucap yuri sambil mengelus pipi jessica.

“It’s okey seobang,,, cha,,,, lekas mandilah,,,,” jawab jessica.
“Okey aku janji ini takkan lama” ucap yuri lalu bergegas kekamar miliknya setelah sebelumnya menurunkan jessica.

Sepeninggal yuri, yoona mendekati jessica yang masih berdiri beberapa langkah darinya.

“Aku tau apa yang kau lakukan di belakang kakakku nona jung,,, berhati-hatilah” bisik yoona di telinga jessica sebelum menjauhkan dirinya,Jessica hanya diam tanpa menanggapi ucapan yoona.

“Bukan wanita murahan sepertimu yang ku harap menjadi bagian keluarga kwon”lanjut yoona dengan tatapan merendahkan jessica.

“Apa maksudmu?????”tanya jessica dengan pandangan tak kalah tajam menatap yoona.

” seorang pelacur sepertimu hanya akan menjadi mainan sesaat seorang kwon,,,cepat atau lambat dia akan meninggalkanmu ketika bosan”

“Plaakkkkk,,,,,,,,” tamparan keras mendarat di pipi yoona.
“Kau akan membayar mahal untuk ini jessica sii” ucap yoona dg senyum liciknya lalu meninggalkan jessica.

Author pov and

Jessica pov

Aku terbangun saat pelukan pada tubuh polosku semakin erat, perlahan aku memakan kemeja biru yuri yang tergeletak di lantai, berserakan dengan baju kami yang lain.

Setelah merapikan diri,akupun beranjak ke pantry berniat meembuatkan yuri sarapan.

Saat aku merasakan pelukan dari belakang,siapa lagi jika bukan yuri.
” mengapa kau meninggalkanku huh????” ucap yuri dengan kecupan di leher belakangku, aku membalik badan menghadap dirinya, menangkup wajah imutnya dengan kedua tangganku sebelum ke beri morning kiss kesukaannya.

“Aku mencoba membuatkanmu sarapan seobang,,,”
“Benarkah???????”jeritnya dengan berlebihan.
Aku menjawab dengan menganggukkan kepalaku, sebenernya aku tak pandai jika urusan dapur, semua lebih banyak yuri yang melakukanny
Yuri masih memelukku erat saat aku masih berpalik membelakanginya berniat membuat susu untuknya.
,
“Baby,,, kau tak perlu melakukan itu untukku,,,” bisiknya di telingaku dengan hisapan kecil di leherku.
“Yull,,, berhentilah,,, apa kau tak bosan setiap hari menikmatiku huh??????”
Yuri menjawab kata kataku dengan gelengan yang dapat kurasakan karna sekarang kepalanya menyandar di bahuku.
“Aku tak akan pernah bosan karna aku mencintaimu jessica”bisik yuri lalu membalik tubuhku.

Aku menyerahkan segelas susu coklat hangat untuk yuri, yuri meminum susu pemberianku sebelum mengangkat tubuhku duduk di meja pantry mencium bibirku lembut, kalau sudah begini apalah dayaku, aku tak pernah bisa menolak yuri.

Saat sedang making out denganku sebuah teriakan menghentikan kegiatan kami,yuri menoleh kebelakang, dan ku lihat sosok yoona tak jauh dari kami.

Aku tau dia menatapku penuh kebencian, entahlah, yoona memang tak pernah berbicara langsung denganku jika ada yuri, lebih banyak diam seolah aku tak berada di mata nya, namun berbeda saat yuri tak berada di antara kami.

Aku terduduk lemas sesaat pertengkaranku dengan yoona beberapa menit yang lalu.”

“Baby,,,, are you okey??? Wajahmu pucat?? Apa kamu sakit????? Aku panggilkan dokter choi ya?? ” yuri berlutut dihadapanku dengan pakian rapi.

“It’s okey yull,,,, aku hanya kelelahan,,, pergilah yoona menunggumu,,”. Jawabku meyakinkan yuri jika akun baik baik saja
“Tapi,,,,,,,”
Ku cium bibirnya agar tak banyak berbicara, yuri akan berlebihan jika itu tentangku.

“Aku baik baik saja,,, percayalah,,,” ucapku meyakikan dirinya.
“Ok aku janji aku akan cepat pulang begitu urusanku selesai” setelah berkata demikian, yuri mencium keningku lalu pergi keluar aprrtement.

Sepeninggal yuri aku memejamkan mata sejenak, mengingat bagaimana aku mengenal yuri hingga seperti sekarang.

#flashack

Saat itu aku hanya seorang gadis biasa, aku tinggal dengan sepupuku karna memang aku tak mempunyai siapa siapa lagi selain dirinya.
Aku tak pernah tau apa yang selama ini dia lakukan, Yang aku tau dia bekerja untuk menghidupi kami berdua, sore itu dia pulang dengan kondisi tubuh babak belur.

” hyo,,, apa yang terjadi???” tanyaku saat aku mengobati luka di wajahnya.
“Kita harus segera pergi dari sini sica” ucapnya lirih
“Tapi kenapa????”tanyaKu.

Belum sempat hyoyeon menjawab pertanyaanku. Pintu. Rumah kami di dobrak secara paksa oleh segerombol orang yang tak ku tau datangnya dari mana

Hyoyoen menyembunyikan tubuhku di balik tubuhnya.
“Hyo,,,, serahkan gadis itu sesuai dengan janjimu,,,,,!!! ” teriak salah satu dari gerombolan laki laki itu.
“Tidak,,,, aku janji aku akan membayar semua hutangku,, beri aku waktu sebentar lagi,,” mohon hyoyeon.

Aku tersentak mendengar ucapan hyoyeon, aku menanggis sambil memegang erat baju hyoyeon.
Salah satu dari mereka mendekatiku, menarikku paksa sementara yang lain memukuli hyoyeon yang kini tersungkur di lantai.

Setelahnya aku tak ingat apapun, saat terbangun aku sudah berada di salah satu kamar hotel mewah dengan seseorang wanita muda memeluk tubuh telanjangku.

“Kyyyaaaaaaa,,,,apa yang telah kau lakukan padaku?????” aku menjerit memukuli tubuh telanjang yang tadi memelukku.
“Yyyyyyaaaa,,,,,, apa yang kau lakukan????? Berhenti,,,,,!!! ” teriaknya memegang kedua tanganku.

Sementara aku sudah menanggis, menyadari apa yang terjadi.
“Tenanglah, aku pasti bertanggung jawab” ucap wanita itu lalu memelukku.

“Aku yuri,,,, kwon yuri,,,” lanjutnya menyebut namanya, sementara aku masih menanggis di pelukannya.

Entahlah,,,, ada prasaan damai dan tenang berada dalam pelukannya, terebih wanita yang aku tau seorang keturunan kwon tersebut tak henti menciumi puncak kepalaku.

Setelah tenang, aku baru tau jika yuri membeliku dari seorang bos penjual gadis gadis penghibur,dan sejak itu aku tinggal satu apartement dg yuri.

Perlahan aku mulai mencintai yuri,,, seluruh hidupku, ku serahkan untuk yuri, sampai suatu hari yuri. Mengenalkanku dengan adiknya kwon yoona, dan sejak saat itu yoona tak pernah menyukaiku.

Tbc

#plissss kasih gue masukan buat cerita gue yg ancur ini.

#bow fabiiankwon 🙂
@kwonie2307
Abiivank@gmail.com
kwon Fabiian jung

I’ts To Late To Apologize

cast : kwon yuri. jessica jung. tiffany hwang
genre : yuri girl x girl
rated : not children 18+

#######################

peluh yang menetes.. nafas memburu… tubuh saling berpelukan..sudah cukup bukti bagaimana panasnya permainan keduanya melewati malam ini.

“jessie…..” panggil salah satu wanita itu dengan tetap mendekap tubuh wanita bernama jessie

“hemmmmm” jawabnya dengan mata terpejam menikmati hangat nya pelukan sang kekasih.

“bagaimana jika yuri mengetahui hub kita ini jessie???”

sang wanita reflek membuka mata, memandang sang kekasih dengan tatapan sendu.
mengelus lembut pipi putih itu dan mengeratkan pelukan tanpa ada sepatah kata terucap.

kebisuan melanda keduanya. tak bisa di pungkiri hati nya berperang antara logika dan kenyataan.

dengan tubuh polos berbalut selimut keduanya terdiam

Jessica gadis berambut blonde CEO brand fashoin B&E Tak pernah menyangkan jika takdir hidupnya akan seperti ini.
terjebak di antara dua hati yang sama ia cintai dan sayangi.
dirinya mencintai Kwon yuri sebagai pasangan sehidup sematinya di mata tuhan.
tapi juga mencintai Tiffany Hwang sahabat masa kecilnya. meski hubungan dengan tiffany harus ia jalani dengan cara tersembunyi 1th ini.

publik korea tau bahwa jessica dan yuri adalah pasangan sah dimata hukum.
pemilik perusahan KWONgrup itu menikahi jessica 2th silam. lebih tepatnya 14 februari 2012.

“aku mencintaimu jessie” ucap tiffany seraya mencium pipi jessica

“aku tau itu tiff” jawab jessica pelan

tiffany tersenyum mendengar ucapan jessica.

   #########

air mata yang mengalir… tangan mengepal erat hingga kuku memutih adalah bukti bagaimana yuri saat ini.
kaki nya seakan kaku untuk bergerak. pandangan mata mengabur seiring dengan air mata yang mengalir.

satu hal yang ia tau saat ini.
istrinya berhianat didepan mata nya.
percayalah.. yuri melihat bahkan mendengar bagaimana jessica mendesahkan nama tiffany saat keduanya bercumbu.
melihat bagaimana istrinya klimaxs dengan puas di bawah tiffany..

awalnya yuri berniat memberi kejutan dengan pulang lebih awal tanpa sepengetahuan jessica.
2minggu ini yuri pergi ke jepang untuk urusan kantor.
jessica yang beranggapan yuri akan pulang 2hari lagi sesuai jadwal memutuskan membawa tiffany ke apartement mewahnya dengan yuri.

“prrraaanggggggg”
suara vas bunga menghantam kaca besar ruang tengah apartement.

yuri berdiri dengan tatapan kosongnya.

jessica dan tiffany saling pandang mendengar suara benda pecah.

jessica turun dari ranjang. melilitkan selimut tebal beranjak keluar kamar
tiffany memakai jubah tidurnya dengan santai menyusul jessica.

“ada apa jessica???? apa yang terjadi??? tanya tiffany berdiri di belakang jessica.

tubuhnya mematung ketika pandangan mata menangkap sosok yuri berdiri tak jauh dari tempatnya.

tak jauh berbeda jessica juga sama. air mata mengenang di pelupuk mata. rasa takut akan kemarahan yuri pada nya tak terbendung.

yuri berdiri dengan tatapan yang tak biasa.
jessica didepannya dg berbalut selimut. dibelakang tiffany juga berdiri terdiam.

tak ada kata yang terucap diantara ketiganya.

yuri terjatuh duduk limbung dengan nafas memburu.
rasa sesak didada membuatnya sulit bernafas. tanganya mencengkram erat baju di dada nya.

jessica mendekat
“yulll…..” lirihnya dg air mata yang tak mampu lagi tertahan. yuri terdiam.
“yulll….” ulang jessica menyentuh pudak yuri.
yuri menepis tangan jessica dengan kasar. tanpa kata dia berdiri beranjak pergi.
“kita berahir jessica” ucap yuri meninggalkan jessica tanpa menoleh kebelakang. jessica menanggisi kebodohannya.

“mianhe yull…. mianhe…” lirihnya.

#######

4hari berlalu.
yuri bak hilang di telan bumi.
jessica mencoba mencari di segala tempat tapi tak satupun tanda yuri berada.
tiffany sllu setia di sisi nya.
tapi bukan tiffany yang di ingin. yuri lah yang dia mau.

Hp jessica berbunyi. jessica menerima tlp tersebut.
“hallo yoong” jawab jessica lemah.
“ya…. unniie…. dimana dirimu????? yuri unnnie kecelakaan segeralah datang kerumah sakit. aku akan segera melakukan tindakan medis untuknya….”
jessica meraih jaketnya dg terburu lalu berlari keluar apartement.
“ya… jessie… kau mau kemana??? teriak tiffany. tapi jessica tak memperdulikannya.

30menit berlalu. jessica sampai dirumah sakit. berlari di lorong tanpa peduli tatapan aneh orang lain. jessica tidak perduli.

“taeyeon ah….” lirih jessica begitu sampai di depan ruang operasi yuri.
wanita yang di panggil taeyeon berdiri menatap jessica lalu.
“plaaakkkkkk”
tamparan cukup keras jessica trima. rasa panas juga perih bekas tamparan taeyeon jessica rasakan.pipinya memerah
“tae….” lirih jessica
“aku sudah tau apa yang kau lakukan di belakang yuri slama ini jessica….!!! beginikah caramu membalas semua kebaikan yuri???? berselingkuh dengan wanita lain????? ungkap taeyeon penuh emosi.
“tae.. aku bisa menjelaskan semuanya…”
“menjelaskan tentang apa jessica????”potong taeyeon.
“menjelaskan tentang hubungan mu dengan kekasihmu itu????
jessica terdiam. ia tau dirinya bersalah dan pantas jika taeyeon marah. taeyeon adalah sahabat dekat yuri. orang yang sejak awal tidak menyukai jessica karna dari awal ia beranggapan jessica tidak layak untuk yuri.
“aku tidak akan pernah memaafkanmu jika sesuatu terjadi pada yuri” ucap taeyeon penuh penekanan.
“lebih baik pergi dan tinggalkan dia” lanjut taeyeon. jessica reflek menggelengkan kepala tanda tak setuju.
“aku istrinya tae”
“istri macam apa yg selingkuh di depan mata suami???? hah?????”emosi taeyeon memuncak.

“ceklek…” pintu ruang operasi terbuka. tim dokter keluar ruangan dengan tampang lesu.
“yoong…. bagaimana yull????” tanya sica pada yoona sahabatnya. sahabat yuri dan taeyeon.
yoona hanya dia menunduk lalu menanggis.
“jawab aku yoong… bagaimana yuri….” tanya jessica sekali lagi.
yoong menatap jessica dengan sendu lalu berkata.
“mianhe unnnie… yuri unnnue tak tertolong…” ucap yoona dengan sekuat hati menahan tanggis…
taeyeon dan jessica terdiam.
“puuuuaaaasssskah sekarang dirimu jessica ssi??????!!!”teriak taeyeon. emosi nya sudah tak terbendung lagi.
“kau telah membunuh yuri…. pembunuh….”teriak taeyeon lagi. hendak menggapai jessica tapi ditahan yoona

#####

jessica memasuki kamar yuri.
tubuh kaku yuri terbaring dalam damai didepannya.
wajah pucat yang slalu dihiasi senyuman….
bibir biru yang senantiasa mengecup setiap jengkal tubuh hingga jessica gila dibuatnya.
tangan yang slalu hangat memeluknya.
seakan semua sirna. yuri dihadapannya seakan damai tidur dengan kesakitan hatinya.

jessica menyentuh bibir membiru yuri.. menggenggap tangan dingin yuri… menciuminya sambil mengucap maaf tak terkira. penyesalan menang slalu datang di belakang.
tapi semua telah terlambat. “it’s to late to apologize” yuri tak akan pernah kembali meski seribu kata maaf jessica ucapkan

#######

“eeeennggghhhhh… yull….”jessica menggerang frustasi karna ulah nakal kekasihnya yg terus menciumi tengkuk lehernya.
posisinya yang saat ini duduk didepan tubuh sang kekasih membuat diri nya sulit untuk bergerak jika sudah seperti ini.
ciuman ciuman kecil terus jessica trima dan jangan lupakan pula tangan nakal yang kini mulai masuk kedalam kemeja pink longgar yang ia pakai.
jessica sengaja hanya menggunakan kemeja sebagai atasan juga hotpans hitam senada dengan bra hitam yang membalut sempurna tubuh mungngilnya.
sepertinya acara nonton movie keduanya akan berahir di ranjang panas mengingat kelakuan kekasihnya yang tak pernah bisa menahan hormon untuk tidak menyerang jessica jika sudah berdua seperti ini.

jessica masih berusaha keras menahan diri untuk tidak mendesah menikmati sentuhan sang kekasih yang terus menggerayangi seluruh bagian tubuh indahnya.
“menyerahlah baby.. aku tau kau menikmatinya hemm…” bisik sang kekasih dg suara berat nya. jessica menggelengkan cepat kepala nya tanda tak setuju.
“are you sure baby???” lanjutnya yang di jawab dengan anggukan oleh jessica
“kau terlalu sombong untuk mengakuinya huh….” ucapnya lalu memasukkan tangannya kedalam selakangan jessica yg mulai basah.
“ennggghhh yulll stoppp it… plisss….” ucap jessica dengan susah payah. satu tangan menyentuh tangan yuri yang kini melingkari lehernya.. mendekap tubuhnya.. tangan lain ia gunakan untuk mencegah tangan yuri yang masih berada di selakangannya.
“aaahhhhh….” teriak jessica ketika yuri menggigit pundak putihnya.
“menyerahlah baby…” bisik yuri sekali lagi.
jessica yang terengah hanya bisa menoleh menatap yuri tajam
” i hate you kwon….” ucapnya sinis.
” and i love you jung……” balas yuri sebelum mencium bibir merah jessica seakan tiada hari esok.
kedua tangan jessica melingkari leher yuri.. memberi isyarat agar memperdalam ciumannya.
tak lupa ia juga memutar posisi duduknya hingga kini duduk di pangkuan yuri.
yuri membuka kancing baju jessica meninggalkan bra hitam yang nyaris terbuka.
jessica menarik kaos oblong hitam yuri dan membuang kesembarang arah, menampilkan tubuh yang tak kalah indah dengan kulit kecolkatannya.
yuri membiarkan jessica mengendalikan permainan, yuri memejamkan mata nya menikmati ciuman jessica di sekitar leher juga rahang nya.
“aaahhh sica ….” erangan pertama lolos dari bibir yuri. jessica tersenyum mendengar eranggan yuri menyebut nama nya.
yuri yang tak tahan dengan jessica ahirnya mengangkat tubuh keduanya dengan posisi jessica di bagian depan tubuhnya. kaki melingkar di pinggang.. tangan mengalung erat di leher.. bibir saling bertautan seakan tak terlepas..
melangkahkan kaki menuju kamar utama.
yuri merebahkan tubuh jessica keranjang tanpa melepad ciuman dibibir jessica.
tangannya merbat turun memasuki kewanitaan jessica… ciuman yuri merambat kebawah dari leher dada hingga perut rata jessica tak luput dari sentuhan lidah liar yuri. yuri menarik pelan hotpans jessica beserta dalamannya.
yuri terlihat berbinar melihat pemandangan di depannya.
“accchhhh yuuullll…. ” desah jessica ketika yuri mulai menikmati kewanitaannya
tanggan jessica meremas ramvut yuri. kedua mata terpejam erat menikmati sentuhan yuri.
yuri mulai merambat naik menindih tubuh polos jessica. reflek jessica mengalungkan kedua tangannya dileher yuri. “aaccchh appoop…” teriak jessica ketika yuri memasukkan dua jari miliknya kedalam vagina jessica.
“miaanhe baby ” ucap yuri cepat sebelum ahirnya menciumi jessica kembali bibir yang nyaris membengkak merah milik jessica.
“aahhhh aahhh faasterr yulll…” erang jessica ketika yuri menggerakkan cepat jari jari tangan yang kini memasukinnya
“aaahhhh yuulllll aaa kku… haammmpirr saaamm paai ooohhhh.. faaasteerr ”
yuri menuruti kemauan jessica mempercepat gerakan jarinya membuat tubuh jessica terhentak seiring dengan sentuhan yuri
“aaahhh yull aaammm cuuummmm…. aaaahhhhh……”
jessica menegang menikmati klimaks pertama nya.. tubuhnya melemas.. nafasnya naik turun.. tubuh yuri masih menindih tubuhnya. yuri menarik tangannya dari selakangan jessica. melepas sisa baju yang melekat pada tubuhnya sebelum kembali menyerang jessica.

#####

sinar mentari pagi mulai menampakkan diri.. memasuki kamar apartemen tempat seoranh putri tidur dengan lelapnya.. tubuh polos bergelung selimut pink tebal yang memberinya kenyamanan. mata sipitnya seakan enggan untuk terbuka.. waktu tak lagi pagi sebenernya karna jam di dinding menunjukkan 10.30 kst.
perlahan jessica membuka mata.. melihat sekeliling sebelum bersandar pada sandaran ranjang.
air mata mengenang di pelupuk mata mengingat kejadia semalam. lagi… dirinya menyakiti orang yang sama..
“ceklek..” pintu kamar terbuka. masuklah wanita muda cantik dengan pakian santai nya.
mendekati jessica.. menghapus air mata jessica yang kini terjatuh.
mencium kening jessica lembut sebelum ahirnya merengkuh tubuh berbalut itu dalam dekapannya.
jessica masih menanggis terisak.
“mianhe tiff… aku menyakitimu lagi ” ucap jessica lirih.
“its oke baby ” jawab tiffany dengan senyum bulan sabit nya.
mengecup kilat bibir jessica.
“sekarang mandilah.. aku menunggumu.. hemmm” tiffany mengacak asal rambut jessica.
jessica mengangguk lalu beranjak turun dari ranjang dan masuk kekamar mandi.

air mata menetes dari mata indahnya.
1tahun berlalu dan semua tetap sama.
dialah tiffany kekasih jessica.
sejak kematian yuri 1 tahun lalu. jessica seakan bukan lagi diri nya.. ada kalanya jessica menyebut nyebut nama yuri saat sedang bersamannya termasuk disaat intim keduannya.
tidak… tiffany tidak marah.. ia cukup sadar diri dengan posisinya… jessica memang tak meninggalkan diri nya seperti apa yang ia takutkan dulu.
tapi tiffany juga tak bisa sepenuhnya memiki jessica.
semua seakan terlambat untuk di perbaiki.
dirinya hanya berharap jessica tidak terus menyalahkan dirinya atas kematian yuri. itu bukan salahnya.. cinta tidak ada yang salah.. hanya terkadang cinta datang tak mengenal waktu dan tempat.
dan tiffany menyadari itu. bertahan disisi jessica adalah pilihannya sebagai bentuk rasa sayang dan cintanya pada jessica 🙂

#mian kalo ga sesuai harapan cz ini ff perdana. harap maklum dan mohon kritik dan sarannya 🙂

       #####THE AND#####